Live IG Bersama Tokopedia: Pelatihan Optimal, Hasil Maksimal

Live IG Bersama Tokopedia: Pelatihan Optimal, Hasil Maksimal

Sobat Prakerja, mengingatkan ya, batas pembelian pelatihan Kartu Prakerja untuk menghabiskan saldo pelatihan ada pada 30 November 2021 dan batas penggunaan pelatihan Kartu Prakerja terakhir pada 4 Desember 2021.

Nah, berangkat dari beberapa kerumitan yang dialami Sobat Prakerja menjelang batas akhir pemanfaatan pelatihan, Tokopedia membuat beberapa fitur khusus.

Pertama, kurasi kelas berdasarkan sisa saldo dengan harga kelas terendah Rp120.000.

Kedua, untuk menyiasati boros kuota, bagi Sobat Prakerja yang membeli kelas di Tokopedia akan mendapatkan bonus kupon pulsa/paket data Rp 50.000.

Ketiga, untuk Sobat Prakerja yang bingung memilih pelatihan yang mau diambil, Tokopedia menyediakan berbagai pelatihan yang sangat beragam yang bisa dipilih berdasarkan yang Sobat rasa paling bermanfaat dan relevan dengan minat Sobat. Misalnya saja pelatihan membuka bisnis, menguasai bahasa asing, fotografi, lancar berbicara di depan publik, dan masih banyak lagi.

Keempat, sebagai platform digital, Tokopedia bekerjasama dengan lembaga pelatihan untuk membuat promo eksklusif akhir tahun yang hanya bisa didapatkan di Tokopedia.

Tips-tips itu terungkap dalam perbincangan Live Instagram @prakerja.go.id bersama Tokopedia dengan topik “Pelatihan Optimal, Hasil Maksimal”, Jumat, 26 November 2021.

Perbincangan selama satu jam ini menghadirkan tiga narasumber yakni Senior Sales & Operation Development Tokopedia, Joy Josephine Sutrisno, Co-Founder & CEO PAKAR, Aditya Kristanto Goenawan, serta Founder & CEO Cariilmu.co.id, Muhammad Irsan. Diskusi ini dimoderatori Senior Public Policy and Government Relations di Tokopedia, Candini Candanila.

“Semua kemudahan itu kami sediakan melalui landing page Tokopedia Prakerja Fairpedia atau bisa juga masuk ke Tokopedia, cari kartu prakerja lalu klik banner utama pada halaman tersebut,” jelas Joy Josephine.

Bagaimana memilih kelas pelatihan yang akan kita ikuti, Joy memaparkan beberapa kiat lain.

“Cek sisa saldo, cek skill apa yang dibutuhkan, cek rating kelas, tentukan pilihan kelasmu dan selesaikan pelatihanmu. Jangan lupa batas akhir penyelesaian pelatihan 4 Desember 2021 Pukul 23:59,” ungkapnya.

Pada kesempatan ini, Aditya Kristanto Goenawan dari Lembaga Pelatihan PAKAR menerangkan bahwa rata-rata pelatihahan di PAKAR senilai Rp 300 ribu. 

“PAKAR mengajak Sobar Prakerja untuk meningkatkan keterampilan atau upskilling dengan materi-materi hard skill, yang tidak bisa didapat di pendidikan formal. Misalnya kelas Digital Marketin’,” kata Aditya.

Untuk meningkatkan kualitas layanan, PAKAR mengundang perwakilan peserta dalam kelompok diskusi terfokus (FGD) membahas struktur, modul, dan sharing-sharing lain terkait user journey selama mengikuti pelatihan.

“Dari masukan yang diberikan itu, kami bisa terus memperbaiki diri,” kata Aditya. Ia juga menyatakan bahwa selama ini pelatihan-pelatihan di PAKAR berlangsung secara hybrid, yakni gabungan antar menyaksikan video yang bisa diputar berulang-ulang dan ada juga pelatihan dalam jadwal webinar.

Motivasi senada datang dari Muhammad Irsan. Menurutnya, lembaga pelatihan Cari Ilmu menyiapkan banyak sekali modul pelatihan sesuai kebutuhan pasar kerja. 

“Kami sediakan modul yang tidak terlalu umum, misalnya terkait bagaimana pencatatan keuangan dalam financial technology. Ada juga pelatihan Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang yang cukup diminati,” kata Irsan. 

Irsan menekankan, pemilihan trainer dalam lembaga-lembaga pelatihan di Cari Ilmu bukan hanya dari mereka yang jago dari sisi penguasaan ilmunya, tapi harus juga ditunjang cara pembawaan dengan baik.

“Sobat Prakerja harus tetap semangat. Tetap miliki growth mindset dan positive mindset. Ingat, bahwa investasi kita paling besar itu bukan saham, atau hal-hal yang lain, tapi bagaimana investasi ‘leher ke atas’ alias ilmu-ilmu baru dalam otak kita,” tegasnya.

Irsan memberi contoh betapa besarnya semangat positif bisa membawa perubahan lebih baik dalam kehidupan seseorang. Padaa 2011, Ed Sheeran pernah mencuitkan keluhan di twitter kala ia tak punya tempat tinggal. Penyanyi asal Inggris menjadi gelandangan dan sempat tidur di sudut luar Istana Buckingham yang menginspirasinya menciptakan lagu “Homeless”.

“Namun, dengan kerja keras dan semangat tak menyerah untuk mewujudkan mimpi, Sheeran menggelar konser pada 2018 yang sukses dihadiri ratusan ribu penonton,” kisahnya.

Artikel terbaru

Lihat semua

Halo, Sobat Prakerja.

Butuh bantuan?

Halo, Sobat Prakerja.

Butuh bantuan?

Live Chat FeatureForm PengaduanHubungi Kami