Insight

Belajar dan Disiplin, Kunci Utama Wujudkan Mimpi Besar

Bagikan

Di zaman sekarang ini kemajuan teknologi berkembang begitu pesat. Bahkan setiap detik terjadi perubahan. Kita pun dituntut untuk belajar menguasai, mengikuti perubahan dan menjadikanya sebagai partner dalam mengembangkan diri.

Hal itu ditegaskan M. Saepul Fauzi seorang karyawan sekaligus wirausahawan muda dalam acara ‘Ngobrol Santai Kartu Prakerja bersama MauBelajarApa’ di Live Instagram @prakerja.go.id.

Dalam acara yang dipandu pendiri MauBelajarApa.com Jourdan Kamal, Saepul mencontohkan dulu sebelum ada teknologi digital printing, untuk belajar seseorang harus mengeluarkan uang yang banyak buat membeli buku.

“Dengan adanya digital printing harga untuk belajar jauh lebih murah karena buku bisa diduplikat,” kata Saepul.

Zaman dulu kata dia, untuk belajar sesuatu orang tersebut harus datang ke tempatnya. Namun saat ini mendapatkan suatu pengetahuan yang kita inginkan bisa dilakukan kapan dan di mana saja.

“Dulu pas saya kenal MauBelajarApa, harus datang ke eventnya. Sekarang mudah banget, tinggal beli pelatihannya mau nonton di mana, mau belajar di mana saja itu kita bisa lakukan. Jadi perubahan teknologi ini mendukung kita untuk bisa jauh lebih banyak belajar lagi,” tutur Saepul.

Dalam kesempatan ini, pria asal Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta Jawa Barat ini berbagi cerita kepada sobat Prakerja tentang pengalaman dia memulai karirnya sebagai seorang desain grafis.

Awalnya, Saepul selepas lulus SMK sempat membuka bengkel tambal ban di kampung halamannya. Namun, karena keterbatasan pengetahuan, ia terpaksa menutup usahanya itu dan merantau ke Jakarta.

Mimpi besarnya untuk bisa belajar desain grafis dan memiliki sepeda motor membuatnya nekat datang ke ibu kota meski hanya bermodal beberapa lembar pakaian tanpa pengetahuan yang cukup.

“Awal saya datang ke Jakarta itu hanya bermodalkan pakaian dan motivasi saya untuk bisa membeli sepeda motor,” kata anak keenam dari tujuh bersaudara ini.

Pertama kali di Jakarta, Saepul bekerja sebagai cleaning service di salah satu gedung kawasan Permata Hijau Jakarta Selatan.

“Gaji pertama saya waktu kerja sebagai cleaning service itu Rp350 ribu per bulan,” tutur Saepul yang kini selain menjadi Digital Marketing Manager di sebuah perusahaan contractor exhibition interior and event juga membuka bisnis foto kopi dan digital printing,

Malam harinya ia mengisi waktu luangnya dengan bekerja di salah satu warung pecel lele dan operator foto kopi.

Dari sini ia belajar menjadi entrepreneur, cara-cara berjualan dan lain-lain.

Kemudian ia bekerja sebagai office boy di salah satu  perusahaan bisnis franchise coating di Jakarta Selatan. Dari sini ia banyak belajar termasuk komputer, website dan desain grafis.

Dari office boy, kemudian ia bekerja sebagai sales di perusahaan yang sama. Di sinilah Saepul belajar tentang cara mengatur keuangan dan membangun net working.

10 tahun menjadi sales, ia memutuskan untuk pindah pekerjaan di Apple Developer Academy di Batam sebagai desainer. “Itu salah satu mimpi saya yang terwujud,” imbuhnya.

Sabar dan disiplin (sadis) itulah kunci keberhasilan Saepul meraih mimpi besarnya yang ia cita-citakan sejak berangkat dari kampung halamannya.

“Saya selalu sabar untuk belajar hal baru dan menchallenge diri saya untuk terus belajar dan disiplin untuk melakukanny. Jadi harus konsisten membiasakan  disiplin dan bisa berkembang lagi,” ungkapnya.

Karena itu ia mengatakan belajar dan disiplin merupakan hal yang sangat penting bagi seseorang terutama bagi sobat prakerja yang mau berkembang, maju dan mewujudkan apa yang diimpikan.

Pentingnya Digital Marketing Menurut Albert Leonardo

Founder Digital Marketist Albert Leonardo mengungkapkan alasan mengapa belajar digital marketing sangat penting di zaman sekarang terutama bagi seseorang yang mau terjun sebagai entrepreneur.

Menurut mantan guru matematika ini penjualan secara online dalam beberapa tahun terakhir telah digandrungi oleh masyarakat. Apalagi di saat pandemi seperti sekarang ini, masyarakat lebih banyak diam di rumah  sehingga untuk memenuhi kebutuhan mereka belanja secara online.

Selain itu ia menyebutkan, bisnis online bisa dilakukan di mana dan kapan saja, biaya operasionalnya murah karena tidak perlu menyewa tempat untuk berjualan.

“Banyak bisnis offline di mall kalah bersaing dengan penjualan secara online dan tidak bisa bertahan akhirnya mereka tutup,” kata Albert dalam Ngobrol Santai Kartu Prakerja yang dipandu host Founder MauBelajarApa, Kamal Jordan.

Satu hal yang sangat penting, lanjut Albert, Indonesia terkenal dengan hasil kerajinan tangan hasil kreasi anak bangsa. Namun sayangnya yang menjualnya justru orang luar negeri.

“Itu makanya saya bilang ke Sobat Prakerja, kenapa kita sebagai anak bangsa tidak menjual produk kita sendiri?,” tambahnya.

Hal ini yang menjadi motivasi Albert mengajar digital marketing kepada sobat prakerja supaya yang menjual hasil produk kita sendiri ke luar negeri.

Dalam kesempatan ini, Albert menyarankan kepada sobat prakerja agar menambah pengetahuan mereka dengan membeli kelas digital marketing yang ada di MauBelajarApa platform resmi mitra Kartu Prakerja.

Karena dengan belajar digital marketing kita bisa menjualn produk kita ke seluruh Indonesia bahkan sampai keluar negeri. “Dengan menguasai digital marketing kita bisa dengan mudah mendapatkan konsumen,” pungkasnya.

Guru Honorer di Kendari Alih Profesi Usai Ikut pelatihan Kartu Prakerja

Nirwana Amirullah, seorang guru honorer di Kendari Sulawesi Tenggara kini mulai menekuni secara serius hobinya dalam berbisnis. Hal ini ia lakukan setelah mengikuti program Kartu Prakerja. Demikian dikatakan perempuan yang juga mentor Bahasa Indonesia di salah satu perusahaan swasta ini dalam ‘Ngobrol Santai Kartu Prakerja’ yang dipandu host Founder MauBelajarApa Kamal Jordan.

Dalam acara yang live di Instagram prakerja.go.id ini, Nirwana mengungkapkan bahwa sebelum mengikuti pelatihan di Kartu Prakerja, ia mengajar di dua sekolah.

“Setelah mengikuti pelatihan di Kartu Prakerja, saya sekarang hanya mengajar di satu sekolah karena saya ingin fokus di hobi saya terutama bisnis,” kata Nirwana.

Ia menceritakan, sebelum mengikuti pelatihan di Kartu Prakerja ia memang telah berbisnis kecil-kecilan namun hal itu belum serius ia jalani karena harus berbagi waktu dengan kegiatan utamanya yakni mengajar di dua sekolah, satu lembaga bimbingan belajar dan salah satu perusahaan di daerahnya.

Nirwana pun berbagi kisahnya ketika awal mengikuti pelatihan di Kartu Prakerja. Menurut dia, awalnya ia tidak langsung mendaftar tetapi terlebih dahulu ia belajar memahami terlebih dahulu tentang program ini.

“Awalnya itu saya tidak langsung daftar tapi saya belajar memahami dulu apa sih Kartu Prakerja itu, terus bagaimana konsep belajarnya apakah harus tatap muka?” tutur Nirwana.

Setelah mengetahui bahwa pembelajaran Kartu Prakerja melalui zoom maka ia memutuskan untuk mengikuti program yang dicanangkan Presiden Jokowi untuk para pencari kerja ini.

Selanjutnya, kata Nirwana, sebelum membeli pelatihan di Kartu Prakerja, ia terlebih dahulu memahami dulu dirinya sendiri dan membuat strategi sehingga dari situlah ia mengambil keputusan untuk mengikuti kelas pelatihan yang cocok dan sesuai dengan  kemampuan yang dimiliki.

“Saya pahami dulu saya ini bagusnya di mana, belajarnya apa dan pembelajaran apa yang bisa membuat saya lebih maju?” tuturnya.

Diakuinya, melalui Kartu Prakerja ini dia mengenal tentang MauBelajarApa. Di platform ini Nirwana menemukan banyak kelas pelatihan mulai dari Tata Boga, Fotografer dan masih banyak lainnya.

“Awalnya saya mengambil kelas cara berjualan di media sosial karena sekarang lagi heboh-hebohnya media sosial sambil saya mempromosikan produk kecil-kecilan yang bisa saya buat,” kata Nirwana.

Kelas pelatihan berikutnya tentang mengatur keuangan dalam berbisnis dan sisa insentif yang dia terima digunakan untuk praktek memasak.

“Alhamdulillah sekarang usaha saya banyak, ada Kedai Nirwana, Dapur Catering Nirwana, dapur pojok sama toko elektronik, semua masih kecil-kecilan,” tutur Nirwana.

Nirwana mengaku awalnya mengikuti program Kartu Prakerja ini untuk mendapatkan insentif, namun setelah dipelajari konsepnya sangat bagus jika kita konsisten dan bersungguh-sungguh mengikuti program ini.

“Saat pelatihan kami selalu diingatkan oleh mentor kami untuk tidak memikirkan insentifnya tapi bagaimana memikirkan untuk bisa berkembang ke depan,” kata dia.

Setelah mengikuti pelatihan di Kartu Prakerja, Nirwana selalu mengedukasi teman-temannya tentang bagaimana memanfaatkan saldo dan intensif yang diperoleh dengan sebaik-baiknya serta bermanfaat.

Kini selain telah membuka usaha kecil-kecilan Nirwana bercita-cita bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat di daerahnya dan membuka cabang usahanya lebih banyak lagi.

Artikel Lainnya

InsightParlemen Apresiasi Program Kartu Prakerja

Program Kartu Prakerja dinilai efektif dalam memberi manfaat bagi peserta program. Oleh karenanya, program tersebut perlu dilanjutkan di masa mendatang. Penegasan itu disampaikan Komisi IX DPR RI dalam Rapat Kerja dengan Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah yang juga menghadirkan pemangku kepentingan sektor ketenagakerjaan lain, termasuk Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Purbasari, 16 …

InsightDPR RI Dukung Penuh Program Kartu Prakerja

Komisi IX DPR RI mendukung Program Kartu Prakerja karena mampu mengatasi persoalan skill gap angkatan kerja. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), 90 persen angkatan kerja di Indonesia belum pernah mengikuti pelatihan dan mendapat sertifikat pelatihan. “Selaku Ketua Komisi IX DPR RI, saya mendukung penuh program Kartu Prakerja untuk menutup skill gap yang ada di …

InsightSandiaga Uno: Esensi Belajar Online Tak Kurangi Standar Kualitas Pendidikan

Pandemi Covid-19 menjadi momentum perubahan pola hidup masyarakat dunia. Tak hanya soal mobilitas, pola aktivitas masyarakat pun mulai bergeser dari konvensional menjadi daring. Imbas pandemi juga dirasakan para pekerja di Indonesia. Di tengah situasi itu, pemerintah Indonesia berupaya membantu para pekerja lewat Program Kartu Prakerja. Program tersebut menjadi harapan baru bagi masyarakat terdampak dengan adanya …

InsightCapaian Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Diapresiasi

Program Kartu Prakerja benar-benar menjadi andalan Pemerintah, baik dalam menyelesaikan berbagai tantangan ekonomi di bidang ketenagakerjaan maupun sebagai motor pemulihan ekonomi. Terlebih di masa pandemi COVID-19, jumlah penganggur di Indonesia tercatat 9,77 juta jiwa namun bila digabung dengan mereka yang dihitung sebagai setengah penganggur dan pekerja paruh waktu maka angka itu bisa melejit mencapai 56 …