Insight

Hal Penting Saat Memulai Karir sebagai Software Developer 

Bagikan

Apakah Sobat Prakerja memiliki minat mendalam di dunia teknologi dan ingin menciptakan sebuah karya mumpuni? Bekerja sebagai software developer bisa jadi salah satu alternatif pilihan profesi di bidang teknologi. Namun sebelum terjun di bidang ini, terlebih dahulu kita harus memperhatikan beberapa hal.

Hal pertama yang harus dilakukan terutama bagi para pencari kerja yakni mencari tahu tentang bagaimana sebuah pekerjaan atau usaha itu apakah sesuai dengan talenta kita.

Penegasan itu disampaikan Direktur Operasi Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Hengki Sihombing dalam Ngobrol Santai Kartu Prakerja di akun Instagram @prakerja.go.id dipandu host Dosen Teknik Elektro Universitas Diponegoro M. Arfan.

Hengki menekankan, selain skill, hal utama yang harus disiapkan oleh fresh graduate yang ingin terjun ke dunia kerja adalah karakter dan pengalaman. Faktor ini menjadi nilai tambah seseorang untuk melamar ke sebuah perusahaan. 

“Karakter apakah mereka mau belajar atau tidak, apakah dia mau menyisakan waktunya dia untuk belajar hal-hal baru di luar tugas kuliahnya. Ini menjadi nilai plus baginya, karena kebutuhan perusahaan kadang harus menyesuaikan dengan kebutuhan market,” tutur Hengki.

Namun lanjut Hengki, hal-hal dasar yang didapatkan saat kuliah juga tidak bisa diabaikan. Ia mencontohkan di bidang IT ada pelajaran fundamental algoritma, statistik, critical thinking, problem solving, data mining, dan lain-lain.

“Ilmu-ilmu itu menjadi basic fundamental saat kita bekerja nanti,” kata Hengki.

Pentingnya Portofolio dan Soft Skill

Selain elemen di atas, untuk melamar di sebuah perusahaan juga dibutuhkan portofolio. Menurut dia sebelum membuat portofolio ada beberapa hal yang harus diperhatikan salah satunya yakni fokus di salah satu bidang keahlian, aktif di komunitas, dan open source.

“Kalau hal itu dimiliki, pasti Sobat Prakerja yang akan dicari. Bukan kamu yang mencari pekerjaan,” imbuhnya.

Selain portofolio, yang harus dipersiapkan adalah soft skill. Ada beberapa jenis soft skill yang harus dimiliki oleh Sobat Prakerja. 

Pertama dan yang paling penting, untuk menjadi seorang software developer atau software engineers adalah kemampuan berkomunikasi. 

“Orang IT kan biasa bekerja dengan orang non teknikal. Dan jika ada masalah yang dipakai bahasa teknikal maka mereka tidak akan mengerti. Mengubah bahasa teknikal jadi bahasa yang mudah dimengerti. Nah, karena itu kemampuan berkomunikasi sangat diperlukan untuk mencari solusinya,” tegasnya.

Kedua adalah skill listening. Ada anggapan seorang software engineers identik dengan sifat arogan, karena dia berpikir tahu segalanya. 

“Dengan mendengar, kita tahu apa kebutuhan orang-orang di sekitar kita itu. Jangan sampai kita mendengarnya A malah yang diminta adalah B,” tambahnya.

Ketiga adalah kreativitas. Di dunia kerja sering terjadi  permasalahan yang berbeda-beda. Di sinilah kemampuan berkreasi itu sangat penting. 

Keterampilan soft skill lain yang harus dimiliki yakni team work, fleksibilitas, kemampuan bernegosiasi, kemampuan presentasi, lalu juga kemampuan mentoring, dan leadership.

Leadership itu bukan manajer. Tapi lebih kepada memberikan contoh apa yang harus dikerjakan,” ucap dia.

Sedangkan untuk hard skill yang saat ini masih banyak dibutuhkan yakni pemrograman web, data dan Bahasa Pemrograman (SQL). Karena kata dia SQL pasti dibutuhkan di hampir semua perusahaan yang menggunakan database seperti perbankan.

Selain itu, untuk beberapa tahun ke depan yang dibutuhkan adalah cloud.  Bagi mahasiswa teknik komputer disarankan untuk mempelajari bidang ini. 

Hard skill berikutnya adalah menguasai machine learning.

“Machine learning ini butuh mereka yang background jago matematika, statistika,” kata Hengki.

Sedangkan bagi sobat Prakerja yang mau menekuni bidang programing Hengki menyarankan untuk belajar dua keahlian yakni Javascript dan Golang. 

Menurut dia semua website yang ada saat ini semua menggunakan javascript. Sedangkan golang kecepatan dan performanya bagus. “Dengan menguasai dua keahlian ini pasti Sobat Prakerja akan selalu dibutuhkan oleh sebuah perusahaan,” kata Hengki.

Selengkapnya simak di sini

Artikel Lainnya

InsightDesain Grafis Bisa Dipelajari Segala Profesi

Dalam berkomunikasi, ada banyak cara yang bisa dilakukan. Selain verbal, pesan atau informasi juga bisa disampaikan lewat elemen grafis. Desain grafis saat ini bisa dipelajari oleh siapa pun untuk kepentingan beragam. Misalnya, pembuatan content media sosial atau materi presentasi. Bagi desainer grafis profesional, program Adobe Illustrator, Corel Draw, maupun Adobe Photoshop lumrah dikuasai. Namun demikian, …

InsightNgabuburit Bersama Kartu Prakerja: Tingkatkan Penjualan dengan Facebook Marketing

Pelatihan gratis ‘Ngabuburit Bersama Kartu Prakerja’ yang digelar pada Selasa, 27 April 2021, menghadirkan tema ‘Tingkatkan Penjualan dengan Facebook Marketing’ dipersembahkan oleh platform digital ‘Pijar Mahir’ dan lembaga pelatihan ‘Sertifikasiku’. Dipandu oleh Mudrika Kemala, pelatihan bagaimana mengoptimalkan Facebook sebagai sarana promosi produk/jasa ini menampilkan narasumber Juanda Marvelim, seorang mentor ‘Sertifikasiku’ yang menekuni bidang digital marketing. …

InsightNgabuburit bersama Kartu Prakerja: Strategi Marketing Dasar untuk Jualan

Salah satu kelas program pelatihan gratis ‘Ngabuburit bersama Kartu Prakerja’, Senin, 26 April 2021 membahas topik ‘Strategi Marketing Dasar untuk Jualan’ dipersembahkan oleh platform digital Bukalapak dan lembaga pelatihan Sekolahmu. Pelatihan gratis selama hampir dua jam ini dibawakan oleh CEO Brodo Foot Wear, Yukka Harlanda, dipandu Chief Operating Officer Sekolahmu Radinka Qiera. Sebagai bos sepatu …

InsightPasar Kerja Masa Depan Berubah, Asah Keterampilan Komunikasi agar Tetap Eksis

Kebutuhan pasar kerja di masa depan bakal berubah drastis. Pekerjaan yang terkait teknologi bakal lebih mendominasi. Seiring dengan itu, keterampilan kerja yang dibutuhkan untuk masa depan pun tak sama lagi dengan saat ini. World Economic Forum (WEF) dalam laporannya menyebutkan ada 15 keterampilan yang paling dibutuhkan pada 2025. Hasil survei WEF mencatat, 2 dari 15 …