Panduan

Hapus Lima Hal Ini dari CV Anda Agar Terlihat Menarik Dan Profesional

Bagikan

Curriculum vitae (CV) artinya daftar riwayat hidup yang berisi informasi pribadi pelamar kerja. Melalui CV, perekrut akan menilai dan mengevaluasi calon tenaga kerja yang pantas untuk masuk tahap seleksi berikutnya. Maka, saat menyusun CV, kita merasa perlu mencantumkan banyak informasi tentang prestasi agar bisa menarik perhatian perekrut.

Tapi, tahukah Anda bahwa CV yang terlalu panjang dan padat dengan kata-kata juga tidak baik di mata pembaca? CV yang ideal biasanya hanya sepanjang 1,5-2 halaman kertas A4 saja.

Jika CV Anda yang sekarang dirasa terlalu berlebihan, maka hapus saja hal berikut ini.

Judul ‘Curriculum Vitae’

Sumber: Pixabay

Penulisan judul ‘Curriculum Vitae’ di bagian atas CV sudah ketinggalan zaman. Sekarang, kandidat lebih sering menulis namanya sendiri di bagian paling atas CV.

Lagipula, kebanyakan berkas lamaran kerja dikirim melalui email. Jadi, perekrut sudah dapat mendapat informasi tentang CV dari nama dokumen yang dilampirkan. Meski Anda tidak menamai berkas dengan ‘CV’, perekrut juga bisa mengenali lembar CV dengan mudah dari formatnya.

Alamat Lengkap

Pada masanya, menulis alamat lengkap di dalam CV adalah penting untuk urusan surat-menyurat. Namun, saat ini domisili yang lengkap tidak diperlukan lagi karena kebanyakan CV dikirim lewat email.

Tetapi, Anda boleh saja menuliskan lokasi tempat tinggal secara umum, misalnya, nama kota saja. Pada pekerjaan tertentu, tempat tinggal justru bisa jadi keunggulan Anda dibandingkan kandidat lain. Perekrut bisa saja memilih kandidat yang tinggal didekat tempat kerja. Sebaliknya, bila lokasi tempat tinggal justru akan mendatangkan efek negatif, maka hapus saja.

Pengalaman Kerja yang Tidak Relevan

Kalau Anda sudah malang-melintang di dunia kerja sejak lama, sebaiknya tidak usah mencantumkan semua pengalaman kerja. Hapus beberapa pengalaman kerja yang tidak relevan dengan posisi yang dilamar sekarang. Perekrut juga tidak tertarik dengan pengalaman magang dan pekerjaan pertama yang sudah Anda tinggalkan sejak lima tahun lalu. Justru peran dan tanggung jawab di perusahaan terakhir yang akan membuat Anda mendapat nilai tambah.

Beda halnya dengan para fresh graduate yang memang belum berpengalaman. Para lulusan baru akan mencoba memasukkan semua pengalaman kerja sebagai asisten dosen, internship, hingga sukarelawan di dalam CV. Tapi, lagi-lagi Anda harus cermat memilah pengalaman kerja yang ada hubungannya dengan posisi yang dilamar. Selebihnya, hapus saja.

Keterangan Pekerjaan

Oke, jika Anda bergelut di bidang yang sama selama bertahun-tahun, pasti semua pengalaman kerja yang pernah dijalani relevan dengan pekerjaan yang dilamar sekarang. Apalagi, dalam perjalanannya, Anda bisa menunjukkan bahwa pernah bekerja di perusahaan kecil dan besar, serta memegang berbagai macam peran.

Kalau Anda merasa perlu memasukkan semua pengalaman kerja di CV, maka tulislah sesingkat mungkin. Anda hanya perlu mencantumkan jabatan dan nama perusahaan. Lalu, hapus semua deskripsi pekerjaan di bawahnya, biarkan jadi bahan pertanyaan saat wawancara nanti. Namun, bila Anda pikir perlu ada keterangan, sertakan pencapaian tertinggi saat menduduki jabatan tersebut.

Detail Riwayat Pendidikan

Sumber: Pixabay

Anda perlu mencantumkan jenjang pendidikan terakhir, berikut nama universitas dan tahun kelulusan. Namun, Anda tidak perlu merinci tahun masuk universitas, apalagi waktu yang dihabiskan di kampus lebih lama dari seharusnya. Selain itu, indeks prestasi juga tidak perlu dicantumkan jika nilainya tidak seberapa.

Beberapa poin dalam riwayat pendidikan yang perlu Anda hapus antara lain jenjang pendidikan dari Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Pertama. Bahkan, buat Anda yang masih fresh graduate, tak perlu mengikuti aturan penulisan dua jenjang pendidikan terakhir. Informasi Sekolah Menengah Atas tidak masalah jika dihapus.

Dengan menghapus beberapa poin dari CV, maka Anda akan membuat dokumen terlihat lebih ringkas dan mudah dibaca. Pastikan perekrut menemukan semua keunggulan Anda yang penting untuk mendukung pekerjaan.

sumber: qerja.com

Artikel Lainnya

TipsSimak Langkah-langkah Bermitra dengan Prakerja ini!

Ingin tahu cara menjadi mitra pelatihan Prakerja? Setiap lembaga pelatihan milik pemerintah, BUMD, BUMN ataupun lembaga pelatihan swasta dapat bergabung bersama Prakerja. Kartu Prakerja tidak membatasi jumlah lembaga pelatihan yang ikut dalam program ini, dan terbuka untuk semua. Pastikan badan usahamu memenuhi kriteria berikut ini: 1. Memiliki kerja sama dengan mitra platform digital resmi Kartu ...

Press ReleaseWaspada Penipuan Situs Prakerja dan Email Tidak Resmi

Jakarta, 14 April 2020 – Situs resmi program Kartu Prakerja adalah prakerja.go.id. Kami menghimbau akan para pendaftar untuk berhati-hati akan adanya situs-situs lain yang berjudul mirip (seperti Prakerja.id) yang tidak terafiliasi dengan program ini sama sekali. Kami juga meminta para pendaftar untuk berhati-hati jika menerima email dari alamat domain yang bukan prakerja.go.id. Kami mohon agar ...

Press ReleaseGoPay menjadi Mitra Resmi Pembayaran Kartu Prakerja

Sabtu, 11 April 2020 – GoPay resmi menjadi mitra pembayaran Program Kartu Prakerja setelah penandatanganan nota kesepahaman antara Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja dengan PT. Dompet Anak Bangsa. Dengan kolaborasi ini, peserta program Kartu Prakerja dapat menggunakan akun GoPay miliknya untuk menerima bantuan insentif non-tunai dari Program Kartu Prakerja. GoPay menjadi mitra pembayaran resmi Kartu ...

Press ReleaseMelalui Kartu Prakerja, Pemerintah bantu 5.6 juta pekerja yang terkena dampak langsung dari wabah COVID-19

  Siaran Pers Melalui Kartu Prakerja, Pemerintah bantu 5.6 juta pekerja yang terkena dampak langsung dari wabah COVID-19 Rabu, 1 April 2020 – Komite Cipta Kerja kini mempersiapkan Program Kartu Prakerja bagi para pencari kerja dan pekerja formal atau informal yang terkena dampak langsung dari berkurangnya aktivitas ekonomi nasional saat pandemi COVID-19. Sebagai bagian dari ...