Insight

Pintaria Siapkan Lembaga Pelatihan Bahasa Inggris yang Efektif dan Berkualitas

Bagikan

Di era teknologi digital seperti sekarang ini, terutama dalam memasuki dunia kerja, kita tidak hanya mengandalkan hard skill saja tetapi juga butuh soft skill lebih agar mampu bersaing.

Salah satu yang wajib dimiliki bagi pekerja saat ini yakni keterampilan berkomunikasi (communication skill). Baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa asing, baik secara tertulis maupun verbal.

Head of Training Product Pintaria, Sally Dewi menegaskan, di era kompetitif seperti sekarang ini, kita dituntut untuk bisa memiliki nilai lebih.

“Jika kita memiliki keahlian di bidang tertentu tetapi tidak bisa mengkomunikasikan dengan baik maka orang pun tidak akan mengetahui kemampuan yang kita miliki itu,” ungkap Sally dalam Live Instagram ‘Ngobrol Santai Kartu Prakerja’.

Dalam bincang sore bersama Indah Dian Novita itu, Sally Dewi menekankan pentingnya kemampuan penguasaan bahasa asing. Kemampuan berbahasa asing khususnya bahasa Inggris merupakan salah satu skill yang dibutuhkan untuk bisa bersaing dengan kebutuhan global dan era digital seperti sekarang ini.

“Hampir semua pekerjaan membutuhkan kemampuan berbahasa Inggris. Bahkan, hampir semua lowongan pekerjaan kini memerlukan kemampuan berbahasa Inggris. Apalagi jika ingin bekerja di perusahaan multinasional,” ungkapnya.

Kemampuan penguasaan bahasa asing, lanjut dia, tidak saja penting bagi para pencari kerja, tetapi juga bagi para wirausahawan dan juga pelajar.

Pintaria sebagai salah satu mitra digital platform uprogram Kartu Prakerja berperan mengkurasi lembaga training agar bisa menyediakan pelatihan yang berkualitas bagi peserta program Kartu Prakerja.

Pintaria menyediakan berbagai kelas pelatihan yang berhubungan dengan Bahasa Inggris dan bahasa Mandarin yang spesifik, berkualitas dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

“Seperti English for Ojol Driver, English for writing email,” beber Selly.

Selly menjelaskan, dalam menyeleksi lembaga pelatihan Pintaria melakukan secara ketat. Lembaga pelatihan tersebut harus memenuhi beberapa persyaratan di antaranya track record, sarana prasarana, learning management system (LMS) harus memadai, harus ada layanan ada layanan pelanggan atau customer service, serta instrukturnya harus yang berpengalaman dan memiliki kompetensi di bidangnya.

“Ini sesuai dengan arahan dari Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja. Kami diberikan kisi-kisi atau panduan bagaimana menyeleksi lembaga pelatihan dan pelatihan yang memenuhi syarat,” ucap Selly.

Salah satu kriteria lembaga pelatihan yang bekerjasama dengan Pintaria yakni kurikulum yang jelas, efektif, tepat sasaran dan ada evaluasinya.

Selain itu, pelatihan tersebut juga harus interaktif dan memiliki forum diskusi antara peserta dengan instruktur   bisa melalui telegram grup WhatsApp.

“Evaluasi ini penting ya kalau hanya belajar tanpa ada evaluasi mana kita tahu bahwa sejauh mana kita paham akan pelatihan tersebut,” imbuhnya.

Berbagai kelas keterampilan Bahasa Inggris yang ditawarkan melalui lembaga-lembaga pelatihan di bawah Pintaria antara lain ‘Dasar-dasar Komunikasi di Dunia Perhotelan dan Pariwisata’, ‘Bahasa Inggris Dasar untuk Driver Ojol’, Bahasa Inggris Dasar untuk Wawancara Kerja‘, Bahasa Inggris Dasar untuk Presentasi’, ‘Bahasa Inggris Dasar untuk Resepsionis’, Bahasa Inggris Dasar untuk Pramusaji’, Bahasa Inggris Dasar untuk Driver Taksi’, Bahasa Inggris Dasar untuk Pegawai Hotel dan Tour Guide’, Bahasa Inggris Dasar untuk Penulisan Email’.

Selain Bahasa Inggris, satu topik penguasaan keterampilan yang ditekankan oleh Pintaria yakni kemampuan digital marketing atau penjualan online.

Nah, bagi sobat Pra kerja, tunggu apalagi, manfaatkan saldo kartu Prakerja Anda untuk membeli pelatihan Bahasa Asing dan lainnya di Pintaria.

Ikuti perbincangan ini selengkapnya di link: https://www.instagram.com/p/CHNVNHoFmZ1/

Artikel Lainnya

InsightPembukaan Gelombang 12 Program Kartu Prakerja: Kembangkan Kompetensi Sekaligus Perlindungan Sosial di Masa Pandemi

Melanjutkan kesuksesan Program Kartu Prakerja di tahun 2020, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Selasa, 23 Februari 2021, secara resmi membuka Gelombang 12 yang menandai dimulainya Program Kartu Prakerja tahun 2021. Menko Airlangga selaku Ketua Komite Cipta Kerja mengatakan bahwa Program Kartu Prakerja berhasil menjalankan mandatnya sebagai program pengembangan kompetensi kerja sekaligus sebagai program perlindungan …

InsightDengan Cara Belajar Baru, Kartu Prakerja Buat Masyarakat Jadi Tangguh

Untuk sebuah program yang baru berusia setahun dan menghadapi berbagai tantangan besar di awal berdirinya, Program Kartu Prakerja dapat dijalankan dengan baik dan mencapai target pada tahun pertamanya. Hal ini terbukti dengan distribusi penerima manfaat Kartu Prakerja pada 2020 kepada 5,5 juta orang dari pendaftar awal yang mencapai 43 juta orang di 514 kabupaten dan …

InsightWow, Layanan Aduan Kartu Prakerja Terima 41 Ribu Live Chat, 23 Ribu Email, dan 2.100 Telepon Sehari!

Sejak awal peluncuran Kartu Prakerja, Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja memiliki komtmen tinggi terhadap aspek pelayanan spesifik keterjangkauan. Hal ini diwujudkan dengan menyediakan dua kanal aduan, yakni telepon dan email sementara media sosial Instagram lebih sebagai sarana sosialisasi. Namun sering berjalannya waktu dan makin tingginya antusiasme calon penerima Kartu Prakerja, maka manajemen Kartu Prakerja pun …

InsightBelajar dan Disiplin, Kunci Utama Wujudkan Mimpi Besar

Di zaman sekarang ini kemajuan teknologi berkembang begitu pesat. Bahkan setiap detik terjadi perubahan. Kita pun dituntut untuk belajar menguasai, mengikuti perubahan dan menjadikanya sebagai partner dalam mengembangkan diri. Hal itu ditegaskan M. Saepul Fauzi seorang karyawan sekaligus wirausahawan muda dalam acara ‘Ngobrol Santai Kartu Prakerja bersama MauBelajarApa’ di Live Instagram @prakerja.go.id. Dalam acara yang …