Insight

Cerita Rani, Penerima Kartu Prakerja dengan 10 Pelatihan Diikuti

Bagikan

Setiap penerima Kartu Prakerja dari Gelombang I hingga XI mendapat hak yang sama. Selain bantuan insentif untuk mencari pekerjaan sebesar Rp 600 ribu per bulan selama empat kali, juga ada dana belanja pelatihan Rp 1 juta.

Namun, tidak semua penerima Kartu Prakerja memanfaatkan dana pelatihan itu secara optimal, lho. Padahal, faktor inilah yang membedakan Kartu Prakerja dengan program-program bantuan sosial lainnya.

Di antara sedikit penerima Kartu Prakerja yang menggunakan dana pelatihan dengan maksimal ada nama Raden Fauziyah Maharani, seorang perempuan 20 tahun asal Jatinegara Kaum, Jakarta Timur.

Dalam sebuah bincang santai yang dikemas dalam program ‘Instagram Live Kartu Prakerja: Nongkrong Online Zaman Now!’, Rani -demikian sapaan akrabnya- bercerita mengapa ia begitu antusias membelanjakan dana insentif pelatihannya.

“Aku orangnya memang suka pada hal-hal yang baru. Karena itu, sengaja cari biaya pelatihan yang murah agar bisa dapat pelatihan banyak, dan nambah wawasan makin banyak lagi,” kisah Rani pada ngobrol santai yang dipandu Associate Legal Kantor Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Wyncent Halim itu.

Rani merasa senang karena bisa menemukan hal-hal bermanfaat melalui Program Kartu Prakerja. Apalagi saat awal-awal masa pandemi, ia sedang tidak bekerja secara formal.

“Saat itu, saya belum bekerja kantoran. Tapi punya bisnis jualan makanan ringan seperti steak kentang. Daripada waktu digunakan untuk kegiatan tidak bermanfaat, saya pakai nonton-nonton video, belajar berbagai pengetahuan yang disediakan Kartu Prakerja,” kata penerima Kartu Prakerja Gelombang III ini.

Rani mengaku, sebelum menjadi penerima Kartu Prakerja, ia belum pernah mengikuti kursus atau pelatihan apapun.

“Karena itu, banyak sekali manfaat yang saya dapatkan dari Program Kartu Prakerja ini. Saya melihat, ini kan program yang dibiayai pemerintah. Ada uang sakunya lagi. Sangat sayang kalau tidak dimaksimalkan,” kata Rani yang baru lulus SMA dua tahun lalu itu.

Semasa menempuh pendidikan di sekolah menengah, Rani pernah berbisnis online dengan berjualan masker dan menjadi reseller alat-alat kecantikan. Tak heran jika sepuluh pelatihan yang diambil Rani kebanyakan tentang panduan belajar bisnis online, misalnya bagaimana meraih omzet Rp 10 juta di marketplace, belajar berbisnis di online shop, belajar investasi, personal branding, dan juga kelas belajar jadi youtuber.

“Belajar jadi youtuber sebenarnya ga nyambung sih, tapi dengan kelas itu saya merasa jadi lebih percaya diri,” papar Rani.

Rani bersyukur, beberapa bulan terakhir bisa diterima bekerja sebagai tenaga admin di sebuah perusahaan swasta di Jakarta. Secara tak langsung, bekal-bekal pelatihan dari Program Kartu Prakerja membuatnya lebih yakin menatap masa depan.

“Dengan memahami bagaimana cara, strategi marketing termasuk promo-promo dan triknya, saya merasa lebih siap masuk ke dunia bisnis online lagi,” tukasnya.

Rani punya visi, jika kelak bisnis onlinenya makin mantap, apalagi sampai merekrut karyawan, ia berniat resign dari kerjaan kantoran yang ditekuninya saat ini.

Di akhir perbincangan, Rani memotivasi para penerima Program Kartu Pekerja agar memaksimalkan penggunaan saldo pelatihan Rp 1 juta sebelum 15 Desember 2020.

“Jangan sampai saldo kita hangus tapi tidak digunakan secara maksimal. Banyak secali pilihan pelatihan yang bisa diikuti, mulai belajar masak, make-up, youtube dll,” tegasnya.

Dalam mengikuti pelatihan-pelatihan online itu, Rani menyatakan tak menemui banyak kendala.

“Pelatihan-pelatihan itu ada yang berbentuk webinar maupun video, tapi saya bisa ikuti semua metodenya. Lancar-lancar saja. Para pembicaranya menjelaskan materi dengan mudah dimengerti, sangat gampang dicerna dan menyenangkan,” kenangnya.

Omong-omong, selain dana pelatihan, penerima Kartu Prakerja juga mendapat insentif bantuan hidup mencari pekerjaan di masa pendemi. Untuk apa insentif itu bagi Rani?

“Insentif itu saya tabung buat modal usaha bersama teman, saya beri ke Ibu, dan juga buat jajan,” katanya.

Rani merasa beruntung, dari jutaan pendaftar Program Kartu Prakerja dengan seleksi amat ketat, ia termasuk yang lolos dinyatakan sebagai penerima.

“Saya berharap teman-teman yang sudah terpilih sebagai penerima Program Kartu Prakerja dapat memanfaatkannya dengan maksimal. Semoga Kartu Prakerja bisa amanah dan berguna lebih baik lagi bagi semua masyarakat yang membutuhkan ke depannya,” pungkasnya.

Artikel Lainnya

PanduanAyo, Selesaikan Pelatihanmu Paling Lambat 15 Desember 2020!

Sobat Prakerja, kami ingatkan bahwa hari Selasa, 15 Desember 2020 adalah batas akhir untuk membeli pelatihan, menyelesaikan pelatihan, serta mengisi surveievaluasi bagi Sobat Prakerja semua! Setelah melewati batas akhir 15 Desember 2020, semua penerima Kartu Prakerja tidak bisa lagi menggunakan saldo Kartu Prakerja. Sobat Prakerja juga tidak bisa lagi membeli pelatihan yang ingin diambil. Jadi, …

InsightSakernas BPS: 88,92% Penerima Program Anggap Kartu Prakerja Tingkatkan Keterampilan Kerja

Sebanyak 88,92 persen penerima manfaat yang menyelesaikan pelatihan pada program Kartu Prakerja menganggap bahwa program ini dapat meningkatkan keterampilan kerja mereka. Selain itu, bantuan insentif yang diberikan Kartu Prakerja juga sangat berguna di masa pandemi ini. Ada 81,24 persen penerima Kartu Prakerja menjawab bahwa uang saku (insentif) dari Program Kartu Prakerja digunakan untuk memenuhi kebutuhan …

InsightKartu Prakerja Bisa Diadopsi Jadi Model Layanan Publik Lainnya

Kartu Prakerja membuktikan bahwa program pemerintah juga bisa memberikan layanan kepada masyarakat dengan kualitas tinggi. Kesimpulan itu terungkap dalam sesi diskusi virtual bertema “Customer First: Mindset Baru Layanan Publik dalam Program Kartu Prakerja”, Senin, 23 November 2020 bersama Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Direktur Operasi Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Hengki Sihombing. “Program Kartu Prakerja …

InsightKartu Prakerja Bangun Karakter Generasi Pembelajar

Program Kartu Prakerja bukan semata membagikan insentif atau uang kepada para penerimanya, tapi membangun karakter agar masyarakat Indonesia bisa menjadi “generasi pembelajar”. Elemen pelatihan yang ada di Program Kartu Prakerja membuat penerimanya bisa terus mereguk ilmu, sebuah kekayaan yang tak lekang oleh waktu. Apalagi, penerima Kartu Prakerja tak dibatasi usia, sehingga membuatnya menjadi ‘pembelajar sepanjang …