Insight

Kolaborasi Seru, Bukalapak bersama Kartu Prakerja Luncurkan Business Hub

Bagikan

Memperingati Setahun Program Kartu Prakerja, Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja bersama Bukalapak meluncurkan Bukalapak-Kartu Prakerja Business Hub.

Selama ini, Bukalapak menawarkan 200 kelas yang dapat diakses oleh peserta Program Kartu Prakerja. Sekitar 32 persen dari peserta yang mengikuti pelatihan di Bukalapak membeli pelatihan dengan kategori bisnis.

Berangkat dari situ, Bukalapak bersama PMO Kartu Prakerja berupaya mengakomodasi para alumni yang berminat untuk berwirausaha.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi langkah strategis Bukalapak. Pasalnya, para alumni Kartu Prakerja bisa berperan menjadi produsen, pelapak, atau reseller di Bukalapak.

“Bukalapak mengambil peran sebagai platform penyedia pelatihan dan ikut memberdayakan alumni agar bisa menjadi wirausaha baru,” kata Airlangga saat peluncuran Bukalapak-Kartu Prakerja Business Hub, 30 Maret 2021.

Ia menegaskan upaya tersebut sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo saat tatap muka dengan para alumni Kartu Prakerja pada 17 Maret 2021. 

Presiden Jokowi saat itu meminta agar alumni Kartu Prakerja dan masyarakat tidak berhenti belajar dan meningkatkan skill. Pasalnya, ketika pandemi dapat diatasi akan banyak peluang kerja dan berwirausaha.

“Business Hub mendorong para alumni bisa menciptakan produk dengan brand-brand unggulan yang mendukung kampanye Banggga Buatan Indonesia,” kata Airlangga.

Nantinya, imbuh dia, alumni Kartu Prakerja bukan hanya dikenalkan soal kewirausahaan ataupun business making, melainkan juga dibukakan akses pembiayaan lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR) super mikro dan reguler.

“Kolaborasi digital ini semoga dapat terus ditingkatkan. Bukan hanya menyukseskan Kartu Prakerja tetapi juga dapat menciptakan multiplier effect yang positif dan memberikan dampak sosial ekonomi yang positif bagi masyarakat di era ekonomi digital,” ujarnya.

CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin menjelaskan Bukalapak mendukung pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi digital untuk mengoptimalkan bisnisnya.

“Bukalapak menyediakan peluang alumni Kartu Prakerja untuk berbisnis. Kami ingin mewujudkan new entrepreneur,” kata Rachmat.

Para alumni bisa menghasilkan produk untuk dijual lewat Bukalapak. Sementara itu, alumni Kartu Prakerja yang tidak memiliki produk sendiri untuk dijual bisa berperan sebagai reseller

“Bukalapak menjadi hub untuk mempertemukan produsen produk unggulan dengan para alumni Program Kartu Prakerja,” ujarnya.

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mengatakan, 70 persen dana insentif digunakan para alumni Program Kartu Prakerja untuk modal usaha.

Para alumni Program Kartu Prakerja saat ini telah paham literasi digital dan memiliki akses ke lembaga keuangan formal, baik perbankan maupun peer to peer lending.

Oleh karenanya, alumni Kartu Prakerja berpeluang untuk dapat mengakses pinjaman ke lembaga keuangan formal untuk membuka maupun mengembangkan usahanya.

“Saat mengikuti Program Kartu Prakerja, ada pelatihan pengelolaan keuangan, laporan keuangan. Ini penting untuk menyusun laporan keuangan agar bisa dinilai lembaga keuangan dalam kelayakan bisnis,” kata Denni.

Denni menjelaskan, PMO Kartu Prakerja untuk memperbaiki fitur dan layanan serta memperbesar ekosistem agar lebih bermanfaat.

Ia mengajak para alumni Program Kartu Prakerja untuk memanfaatkan berbagai peluang yang ditawarkan para mitra kerja Kartu Prakerja.

“Saya ingat saat kelas gratis, Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan kunci seorang pebisnis adalah ide bisnisnya dulu, bukan modal. Nah, Bukalapak sudah membuka satu pintu itu,” ucapnya.

Lewat Business Hub ini, para alumni yang telah menjadi pelapak bisa mencari produk-produk baru. Bahkan, para alumni bisa mengambil peran sebagai reseller berbagai jenis produk yang tersedia di Bukalapak. 

“Bukalapak membuka peluang untuk mempraktekkan materi pelatihan Kartu Prakerja. Buat Sobat Prakerja yang penting niat. Jangan ditunda-tunda, ini sudah ada pintu dibuka, masuk, belajar,” katanya. 

Simak selengkapnya di sini

Artikel Lainnya

InsightDesain Grafis Bisa Dipelajari Segala Profesi

Dalam berkomunikasi, ada banyak cara yang bisa dilakukan. Selain verbal, pesan atau informasi juga bisa disampaikan lewat elemen grafis. Desain grafis saat ini bisa dipelajari oleh siapa pun untuk kepentingan beragam. Misalnya, pembuatan content media sosial atau materi presentasi. Bagi desainer grafis profesional, program Adobe Illustrator, Corel Draw, maupun Adobe Photoshop lumrah dikuasai. Namun demikian, …

InsightNgabuburit Bersama Kartu Prakerja: Tingkatkan Penjualan dengan Facebook Marketing

Pelatihan gratis ‘Ngabuburit Bersama Kartu Prakerja’ yang digelar pada Selasa, 27 April 2021, menghadirkan tema ‘Tingkatkan Penjualan dengan Facebook Marketing’ dipersembahkan oleh platform digital ‘Pijar Mahir’ dan lembaga pelatihan ‘Sertifikasiku’. Dipandu oleh Mudrika Kemala, pelatihan bagaimana mengoptimalkan Facebook sebagai sarana promosi produk/jasa ini menampilkan narasumber Juanda Marvelim, seorang mentor ‘Sertifikasiku’ yang menekuni bidang digital marketing. …

InsightNgabuburit bersama Kartu Prakerja: Strategi Marketing Dasar untuk Jualan

Salah satu kelas program pelatihan gratis ‘Ngabuburit bersama Kartu Prakerja’, Senin, 26 April 2021 membahas topik ‘Strategi Marketing Dasar untuk Jualan’ dipersembahkan oleh platform digital Bukalapak dan lembaga pelatihan Sekolahmu. Pelatihan gratis selama hampir dua jam ini dibawakan oleh CEO Brodo Foot Wear, Yukka Harlanda, dipandu Chief Operating Officer Sekolahmu Radinka Qiera. Sebagai bos sepatu …

InsightPasar Kerja Masa Depan Berubah, Asah Keterampilan Komunikasi agar Tetap Eksis

Kebutuhan pasar kerja di masa depan bakal berubah drastis. Pekerjaan yang terkait teknologi bakal lebih mendominasi. Seiring dengan itu, keterampilan kerja yang dibutuhkan untuk masa depan pun tak sama lagi dengan saat ini. World Economic Forum (WEF) dalam laporannya menyebutkan ada 15 keterampilan yang paling dibutuhkan pada 2025. Hasil survei WEF mencatat, 2 dari 15 …