Mengenal Green Skills: Kunci Masa Depan Kerja Ramah Lingkungan

Jumat , 19 April 2024 14:22 WIB
Mengenal Green Skills: Kunci Masa Depan Kerja Ramah Lingkungan

Dalam upaya memperkuat ketahanan lingkungan dan mendukung pembangunan berkelanjutan, keterampilan hijau atau green skills menjadi penting dalam berbagai sektor industri negara kita. Apalagi Indonesia merupakan salah satu negara yang menandatangani beberapa persetujuan terkait isu perubahan iklim, diantaranya the United Nations framework Convention on Climate Change dan the Kyoto Agreement

Peluang pekerjaan yang membutuhkan Green skills juga signifikan. Pada tahun 2022, Bappenas memproyeksikan kebutuhan tambahan tenaga kerja Green Jobs adalah antara 1,8 sampai 4,4 juta hingga 2030, dengan skenario kebutuhan Green Talents per tahun sekitar 250-650 ribu. Hal ini juga dikonfirmasi oleh LinkedIn dalam Global Green Skills Report 2023 yang juga menyoroti peluang kerja hijau di Indonesia, termasuk peran sebagai : 

  1. Analis energi
  2. Agronom
  3. Sustainability manager
Desain Pakaian Ramah Lingkungan

Melihat peluang ini, Green skills sangat penting dikuasai oleh kaum muda. Statistik Pemuda Indonesia 2023 menyebutkan bahwa tingkat pengangguran terbuka berada di angka 13,41%. Ini berarti ada sekitar 13 dari 100 pemuda Indonesia yang belum terserap dalam pasar tenaga kerja. Sayangnya masih ada hambatan dalam mengakses keterampilan hijau yang diperlukan. Karena itu, adanya pemberian bekal pelatihan di luar pendidikan formal potensi kaum muda seperti Prakerja sangat strategis.

Pemerintah melalui program Kartu Prakerja telah menambahkan pelatihan green skills ke dalam platform Prakerja sejak tahun 2020, sehingga membuka peluang bagi masyarakat luas untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing di pasar kerja sebagai kunci menuju sustainable society

 

Apa itu Green Skills?

Berdasarkan European Training Foundation (2022) yang dikutip dari UNESCO TVET, Green Skills mencakup pengetahuan teknis dan keterampilan yang memungkinkan profesional untuk menggunakan teknologi dan proses ramah lingkungan dengan efektif. Contohnya penggunaan teknologi atau proses yang efisien sumber daya, mengurangi limbah, dan meminimalkan dampak kerusakan lingkungan dari aksi manusia. Selain itu, green skills juga mencakup keterampilan lintas sektoral, pengetahuan, nilai, dan sikap yang membantu dalam mengambil keputusan yang pro-lingkungan.

Sementara itu, menurut Peta Okupasi Nasional Green Jobs KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia), Green Jobs dapat didefinisikan sebagai pekerjaan yang berkontribusi pada pelestarian atau pemulihan lingkungan, dan mempromosikan pekerjaan yang layak melalui tugas khusus, keterampilan khusus, proses ramah lingkungan, dan/atau menghasilkan produk/jasa ramah lingkungan. Berdasarkan Lembar Fakta tentang Pekerjaan yang Layak dan Ramah Lingkungan (Green Jobs) di Indonesia yang diterbitkan oleh ILO (International Labour Organization), bidang-bidang pekerjaan yang berperan dalam menangani isu lingkungan seperti perubahan iklim meliputi :

  • Memulihkan stok dan konstruksi hijau yang ada 
  • Pengolahan limbah dan daur ulang 
  • Transportasi umum 
  • Pertanian dan produksi pangan yang berkelanjutan 
  • Kehutanan yang berkelanjutan (bersertifikasi) dan mencegah deforestasi 
  • Pengelolaan manufaktur dan rantai pasokan 
  • Suplai dan efisiensi energi 
  • Pelestarian biodiversitas dan ekosistem 

Apa yang Termasuk kedalam Green Skills?

Peta Okupasi Nasional Green Jobs dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) 2022 dan The Green General Skill index dari UNIDO mengidentifikasi empat grup tugas kerja yang sangat penting untuk okupasi hijau:

  • Engineering and technical skills: Keterampilan teknis yang mencakup kompetensi dalam desain, konstruksi, dan penilaian teknologi, yang biasanya dikuasai oleh insinyur dan teknisi.
  • Science skills: Kompetensi yang berasal dari pengetahuan luas yang esensial untuk aktivitas inovasi, seperti fisika dan biologi.
  • Operation management skills: Pengetahuan terkait perubahan dalam struktur organisasi yang mendukung aktivitas hijau.
  • Monitoring skills: Aspek teknis dan legal dari aktivitas bisnis yang memerlukan keterampilan untuk menilai pemenuhan kriteria teknis dan standar legal.

Pelatihan Green Skills di Prakerja

Laporan Skills For Green Jobs: A Global View International Labour Organization (ILO) juga menyoroti contoh pelatihan green skills secara umum yang ditampilkan dalam banyak program, termasuk organisasi dan perencanaan, kursus mengenai aspek politik, hukum, dan etis dari pembangunan berkelanjutan, sensitivitas gender dalam pengelolaan sumber daya alam, dan lain-lain.

Green Skills merupakan aspek dari keterampilan vokasi atau kejuruan, atau juga keterampilan generik yang didalamnya meliputi pendekatan berkelanjutan, pemecahan masalah, inovasi dan Green Skills ini dibutuhkan di semua sektor industri sebagai respons terhadap perubahan iklim dan keharusan berkelanjutan. Green Skills juga berarti “keterampilan bekerja hijau”, yaitu individu yang berkontribusi terhadap lingkungan serta meningkatkan keberlanjutan lingkungan tersebut ke arah yang lebih baik.

Adapun Pelatihan-pelatihan untuk Mengembangkan Green Skills yang ada di Prakerja :

  • Desain Pakaian Ramah Lingkungan
  • Mengelola Limbah Cair untuk Manajer Pengelolaan Lingkungan
  • Teknik Pemilahan dan Pengolahan Sampah
  • Bisnis Pertanian Organik: Mengolah Limbah Sederhana
  • Pembuatan Pestisida dan Pupuk Organik Ramah Lingkungan
Mengelola Limbah Cair untuk Manajer Pengelolaan Lingkungan

Jadi, sudah siap untuk menyambut peluang emas Green Jobs di Indonesia bahkan global? Ayo daftarkan diri Anda ke Program Kartu Prakerja melalui www.prakerja.go.id sehingga kamu siap “Gabung Gelombang” dan mengambil pelatihan Green Skills yang kamu minati. Semua bisa mempersiapkan diri menjadi tenaga kerja hijau yang kompeten dan terampil. Bersama Prakerka semua #JadiBisa!

Halo, sobat Prakerja.

Pilih menu berikut

Halo, sobat Prakerja.

Pilih menu berikut

Icon telpTelepon Kami (Gratis)Icon telpWhatsappIcon livechatLive ChatIcon sendForm Pengaduan